Getting on Top of Your Debt

February 19th, 2007 by jawara

Artikel menarik dari salah satu perusahaan pemberi kredit. Menarik karena justru berisi saran cara agar kita dapat cepat terbebas dari hutang.

"Getting on Top of Your Debt"

Terlibat terlalu dalam dengan hutang biasanya tidak terjadi dalam 1 hari. Itu membutuhkan waktu - biasanya perlahan-lahan. Dan itu juga adalah cara terbaik untuk keluar dari hutang - perlahan-lahan, melalui masa tertentu. Ketika tidak ada solusi, kembali ke anggaran semula adalah salah satu kunci untuk mengembalikan kontrol finansial Anda dan mengurangi hutang Anda. Berikut ini beberapa cara yang dapat membantu Anda untuk kembali secara finansial.

1. Bayar lebih dari minimum

Satu-satunya cara untuk serius dengan hutang Anda adalah dengan membayar lebih dari pengembalian minimum. Pembayaran minimum melingkupi beban bunga dengan sedikit pengurangan biaya pokok. Dengan membayar lebih dari pengembalian minimum, Anda akan mengurangi biaya pokok dan kemudian mengurangi beban bunga. Dengan demikian Anda bisa mulai untuk membalikkan keadaan Anda.

Sebagai contoh, Anda mempunyai hutang kartu kredit yang belum terselesaikan sebesar Rp. 10.000.000 dengan beban bunga sebesar 16% per tahunnya. Jika Anda tetap pada pengembalian minimum yang ditetapkan pada suku bunga 2,5% dari balance kartu, maka untuk melunasi hutang tersebut Anda akan memerlukan waktu lebih dari 15 tahun, dengan total pengembalian sebesar Rp. 11.860.000. Itu jika diasumsikan Anda tidak membeli barang baru menggunakan kartu dan kartu Anda bebas iuran tahunan. Di lain pihak, jika Anda mengembalikan hutang tersebut secara konstan sebesar Rp. 1.000.000 per bulannya, maka hutang tersebut akan terlunasi dalam waktu 11 bulan, dengan beban bunga sebesar Rp. 810.000

2. Prioritaskan Hutang Anda

Buat daftar hutang Anda, susun berdasarkan besar tingkat bunga (jika Anda tidak yakin akan tingkat tersebut, cek rekening Anda atau hubungi pemberi kredit Anda). Konsentrasilah pada pembayaran untuk hutang dengan beban bunga yang tinggi. Setelah hutang dengan beban bunga yang tinggi telah diselesaikan, majulah ke nomor selanjutnya yang ada pada daftar Anda. Dengan begini, Anda akan dapat dana lebih untuk membayar setiap hutang yang ada pada daftar Anda, dengan keuntungan bahwa pembayaran ini sudah tersusun di anggaran Anda.

Yakinlah untuk selalu membayar jumlah minimum hutang yang ada, sehingga hal itu tidak mempengaruhi catatan kredit Anda.

3. Bicara pada Pemberi Pinjaman Anda

Pemberi Pinjaman yang memiliki reputasi akan memilih untuk membuat rencana pembayaran kembali untuk Anda, daripada melihat pembayaran Anda lewat dari batas waktu atau lebih buruk, tidak dapat membayar hutang Anda sama sekali. Jika Anda tidak dapat membayar hutang Anda kembali atau sedang berusaha keras untuk membayar tepat waktu, penting bagi Anda untuk menghubungi pemberi pinjaman Anda.

Jelaskan kepada pemberi pinjaman Anda, bahwa Anda ingin membayar semua hutang Anda, tetapi Anda membutuhkan waktu untuk membayarnya. Berikan keterangan jelas dan detil tentang situasi Anda, dan tekankan alasan positif, seperti tawaran kerja yang tertunda. Jelaskan bahwa Anda sedang berusaha mengurangi pengeluaran dan tunjukkan pada mereka rencana keuangan Anda ditambah usulan rencana pembayaran yang menunjukkan jumlah spesifik yang Anda alokasikan untuk membayar setiap pemberi pinjaman.

Beberapa pelanggan membuat kesalahan dengan menghindari pembayaran keseluruhan karena takut menghubungi pemberi pinjaman. Tidak perlu merasa malu; pemberi pinjaman akan mencoba menolong in situasi seperti ini dan lebih baik Anda segera menghubungi mereka sebelum sejarah kredit Anda terpengaruh. Sepertinya mereka akan melakukan revisi terhadap pembayaran hutang Anda dan/atau menambah tenggat waktu pembayaran hutang Anda.

Contoh pengaturan hutang atau jadwal yang dapat Anda tunjukkan kepada peminjam hutang dapat dilihat di bawah. Itu akan menolong Anda untuk mengontrol hutang-hutang Anda, menunjukkan jumlah hutang Anda, dan rencana pembayaran baru yang telah disetujui pemberi pinjaman Anda. Untuk keperluan arsip, kirim surat kepada masing-masing pemberi pinjaman disertai detil pengaturan yang sudah Anda setujui.

Jika pemberi pinjaman tidak bersedia untuk melakukan negosiasi kembali, mintalah untuk berbicara kepada Senior Manager atau Collections atau Credit Manager untuk mendiskusikan situasi Anda. Jika Anda ingin, Anda bisa mengirim surat kepada pemberi pinjaman untuk memberitahukan berapa yang Anda bisa bayar dan meminta mereka untuk menghubungi Anda untuk mendiskusikan situasi ini.

Jika Anda belum dapat menyetujui sebuah rencana, hubungi Departemen Perindustrian & Perdagangan atau kantor lembaga konsumen di daerah Anda. Anda dapat meminta pengadilan untuk merubah pembayaran hutang Anda jika Anda dapat menunjukkan bahwa:

Anda telah mencoba untuk menegosiasikan kembali dengan pemberi pinjaman,
kesulitan Anda terjadi karena pengangguran, sakit dan alasan lain yang masuk akal dan, situasi Anda sepertinya akan lebih baik di masa datang

4. Menggabungkan hutang Anda

Penggabungan hutang Anda merupakan cara untuk menggabungkan hutang-hutang Anda ke dalam satu pinjaman. Hal ini memiliki banyak keuntungan antara lain dapat mengurangi pembayaran minimum Anda, membuat struktur pembayaran yang akan memperlihatkan pinjaman terbayar dengan cara terstruktur, mengatur pembayaran tetap bulanan yang akan membantu Anda dengan anggaran. Jika tempat Anda melakukan penggabungan hutang adalah di rumah pegadaian, itu juga dapat mengurangi tingkat bunga.

Namun catat, strategi ini hanya berhasil jika Anda terlebih dahulu merubah kebiasaan pengeluaran yang telah menyeret Anda kedalam hutang ini. Anda perlu untuk lebih disiplin agar proses ini dapat berhasil.

Contoh susunan hutang

Nama pemberi pinjaman

Nomor rekening 

Beban bunga

Hutang

Jumlah tunggakan dan tanggal

Nomor telepon, yang bersangkutan, tanggal
komunikasi

Tanggal terakhir
pembayaran

Keaslian Pengembalian

Persetujuan pengembalian baru dan tanggal
berlaku

Source : Click here

Dan Setan pun terdiam ketakutan..

March 31st, 2005 by jawara

Alkisah dalam sebuah rapat dengar pendapat di dunia persetanan, antara eksekutif pemerintahan setan dengan DPSJ (Dewan Perkumpulan Syetan dan Djurigh), terjadi perdebatan yang sengit. Salah seorang anggota Dewan mempertanyakan kecilnya anggaran yang dipakai oleh eksekutif Setan di kota Metropolitan, baginya ini menandakan Setan-setan di wilayah itu pada malas bekerja untuk menggoda manusia.

+ "Tidak seharusnya anda melakukan "mark down" seperti

ini, apa anda sudah tidak doyan Korupsi? Apa sudah ingin pensiun jadi setan" tukasnya (Gila bener nih setan…kagak buat mark-up malah disalahin…dasar Setan…). "Jangan sampai keberadaan anda seperti Setan dikampung ustadz…, yang malah ikut-ikutan jadi alim dan gak mau korupsi, maksiat, berjudi de es be..(gak pake ye)". sambil memelototkan ketiga matanya. iiiihhhh serem banget dech…..

- "Saudara Dewan yang tercela…(kalo setan memang kagak sopan-sopan..), Anda jangan , melihat dari kecilnya budget yang dipakai. Tapi lihatlah hasilnya, kota ini meraih predikat kota terkorup, kejahatan ada dimana-mana, maksiat, Narkoba , Togel, Putaw mudah didapat, dan para ustadz sudah mulai frustasi untuk berdakwah, orang-orang mendewakan hedonisme……" Ungkapnya berapi-api. " Tanpa saya goda sekalipun, manusia-manusia disini sudah menjadi setan, malah sekarang banyak manusia berwujud setan, yang sangat membantu kita" tambahnya lagi.

(Salah seorang Setan muda berbakat, yang menjadi "rookie"

of the year, setelah dapat mengelabui kyiai kondang untuk menerima uang haram untuk kepentingan sosial dan sekarang menjadi di DPO-kan polisi, mulai ikutan bersuara…)

++ "Tetapi saudara eksekutif jangan lupa, bahwa misi kita

menggoda, menjerumuskan manusia ke lembah kenistaan yang tak bertepi, gelap , hitam pekat…..(setan ini pernah mangkal di Gabungan Apresiasi Sastra / GAS kali ya..), merupakan misi yang unlimited" tanpa menjelaskan arti unlimited itu sendiri.

++"Saya dapat menyediakan program penjerumusan manusia

muda dengan target ’seducer’ (orang yang digoda maksudnya) sejuta setiap detiknya, lewat media televise dan internet yang dapat diakses dimana-mana" tambahnya congkak.

Rapat menjadi gaduh setelah salah satu anggota eksekutif setan mulai berang dan mengacung-acungkan jari tengah, sambil bergoyang-goyang pantat (kalo setan lagi klimaks begini nih…)

Tiba-tiba , setan yang duduk di Dewan Pertimbangan, yang merupakan tetua setan senior, konon pernah berguru langsung sama rajanya setan Ifrit, berujar….:

"%$#**^!!!, (mengeluarkan mantera sakti untuk mendiamkan para setan yang bertengkar), Kita seharusnya menjadi takut, jika para manusia sudah tidak perlu kita goda untuk mengikuti kemaksiatan, kejahatan, korupsi de es be (tanpa ye)." "Jika manusia sudah berupa setan semua di kota metropolis ini, artinya keberadaan kita sudah tidak diperlukan dan kiamat akan segera tiba" lanjutnya sambil mengelus-elus tanduk merah di dahinya. "Jika kiamat itu datang, maka kita lah yang pertama-tama dibakar oleh api neraka dan selesailah riwayat kalian sebagai setan penggoda manusia di bumi ini…..Paham siah maneh teh kehed belegug…(koq setan jadi pake bahasa sunda ya….., ngkali belajar dari teh tsunami di atjeh…)"

Dan setan-setan pun terdiam ketakutan…., mereka bergidik ketika diingatkan bahwa kiamat sudah dekat…….sementara itu manusia-manusia berwujud setan masih berkeliaran tertawa-tawa diatas kemaksiatan yang diperbuatnya, mereka tidak sadar atas AZAB yang akan mereka terima kelak…..

by Aa (nggak pake Gym)

(Diilhami dari obrolan dengan seorang teman……..tapi dia bukan setan ).

Lucu Banget Dah…SUMPAH…

March 24th, 2005 by jawara

" MENDINGAN JANGAN SAMPE KITA JATUHIN SENDOK DEH, SUMPAH ! "

Buat yg doyan makan dikota (di Jakarta), minggu lalu, saya pergi makan malam bersama beberapa teman kantor di sebuah restoran yang kabarnya cukup laris di daerah kota (untuk yang belum tahu, di Jakarta ada yang dinamakan daerah kota)

Saat memesan makanan, saya perhatikan pelayan yang melayani kami membawa sepasang sendok di saku bajunya.Sedikit aneh,tapi saya tidak begitu peduli.

Namun, saat pesanan kami mulai diantar, saya melihat pelayan lain membawa pula sepasang sendok disaku bajunya. Saya jadi tertarik untuk melihat sekeliling dan ternyata memang benar dugaan saya, semua pelayan restoran tersebut membawa sepasang sendok disaku baju masing-masing.

Saya jadi ingin bertanya. "Mas kenapa semua pelayan di sini membawa sepasang sendok di sakunya?" tanya saya yang kepada pelayan datang membawa piring sate.

"Oh begini mas," jawab si pelayan,"pemilik restoran ini memutuskan untuk menyewa Andersen Consulting, ahli dalam hal analisa efisiensi kerja, untuk memperbaiki kinerja di restoran ini. Setelah mereka analisa selama beberapa bulan, mereka menyimpulkan bahwa pelanggan restoran ini menjatuhkan sendok makan mereka sebanyak 73,84 persen lebih sering dibandingkan peralatan makan lain yang ada dimeja.

Menurut Andersen Consulting, itu berarti rata rata 3 pelanggan menjatuhkan sendok per meja setiap jamnya. Jika saja semua karyawan restoran mengantisipasi hal itu,berarti kita bisa mengurangi waktu yang terbuang untuk pulang pergi ke dapur mengambil sendok pengganti dan menghemat waktu 1,5 jam waktu kerja per-shift."

Saking kagumnya dengan penjelasan si pelayan, tanpa sengaja saya menyenggol salah satu sendok yang ada dimeja. Segera saja si pelayan mengambil gantinya dari saku baju sambil berujar, "Betulkan Pak, saya tidak harus pergi kedapur sekarang untuk mengambil sendok pengganti untuk Bapak!"

Saya hanya bisa melongo dengan kejadian itu. Tapi, kisah belum berakhir di situ. Ketika pelayan lain menghidangkan pesanan tambahan, saya tetap memperhatikan sekeliling dan satu lagi hal tampak aneh.

Saya perhatikan hampir semua pelayan pria memasang benang yang menyembul diujung ritsluiting celana mereka.

Benang itu diikaitkan ke ujung kancing terbawah dari baju. Lagi lagi rasa ingin tahu mengusik saya. Sebab, ternyata pelayan perempuan tak memakai aksesoris benang tersebut.

Ketika si pelayan tadi datang, saya menanyakan soal benang itu. "Wah Bapak ini orangnya perhatian sekali ya. Tidak semua pelanggan disini memperhatikan hal-hal sedetail Bapak," puji si pelayan sedikit menggombal.

Saya hanya tersenyum kecil. Apa anehnya orang suka memperhatikan detail?

"Ini juga hasil analisa Andersen Consulting Pak," katanya melanjutkan, "Mereka menyimpulkan bahwa kami pun harus menghemat waktu yang kami habiskan di kamar kecil ketika buang air kecil.

Dengan tali yang dikaitkan ke si "Adik" ini(katanya sambil menunjuk tali itu),

kami tidak harus menggunakan tangan ketika mengeluarkannya. Berarti kami akan terbebaskan dari keharusan membasuh tangan setelah buang air kecil. Dan itu menghemat waktu yang terbuang di kamar kecil sebesar 25,92persen."

Hampir tersedak saya mendengarkan penjelasan itu.

"Memang, dengan tali itu tangan jadi terbebas untuk memegang si "Adik".

Tapi, bagaimana caranya untuk memasukkannya kembali ke posisi semula?"

tanya saya menyelidik.

Dengan setengah berbisik si pelayan berucap,"Andersen Consulting tidak

menjelaskan secara spesifik tentang hal itu. Nggak tahu dengan yang lain Pak.

Tapi, kalau saya sih pakai sendok yang ada disaku baju ini."